Kamis, 31 Maret 2011

CARA MENGHILANGKAN TANDA “WINDOWS NOT GENUINE”

Bagi pengguna Windows bajakan yang suka online kadang tanpa sadar menyerahkan sepenuhnya kepada Windows untuk melakukan update programnya. Sementara dalam proses update Windows selalu mengecek keaslian program yang terpasang di komputer tersebut. Begitu didapati ada program Windows bajakan ditempat itu pengguna langsung diperingatkan oleh “Si Anak Emas Windows” dengan tanda “…windows not genuine”, yang dapat muncul kapan saja. 

Tentunya kemunculan tanda ini mengganggu pengguna yang sedang asyik dengan komputernya dan memang inilah yang dikehendaki oleh Windows agar pengguna segera menggunakan Windows yang asli (berbayar tentunya). Namun untungnya ada sebagian pengguna yang bisa mengakali masalah ini sehingga Si Anak Emas Windows tidak muncul lagi memperingatkan penggunanya.
Sedangkan cara-caranya sebagai berikut:
Untuk Windows XP:
  1. Buka Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del
  2. Matikan proses “wgatray.exe” dengan sorot dan klik end task
  3. Restart komputer dan masuk kembali ke dalam Safe Mode dengan menekan F8
  4. Buka Registry Editor atau dengan melalui Menu Run, ketik: regedit kemudian Enter
  5. Pada Regedit cari: HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\microsoft\windowsNT\CurrentVersion\Winlogon\Notify, kemudian hapus folder “WGALOGON”
  6. Restart kembali komputer seperti biasa.
Sampai di sini sebenarnya sudah titik aman, namun untuk mematikan atau menghilangkan semua file “Genuine Windows” tersebut bisa kita cari dan delete file-file berikut:
  1. C:\WINDOWS\System32\LegitCheckControl.dll
  2. C:\WINDOWS\System32\WgaLogon.dll
  3. C:\WINDOWS\System32\WgaTray.exe
Sedangkan untuk Windows 7 lain lagi caranya:
  1. Unduh software bernama Remove WAT v.2.2.5.2 di sini, yang besarnya hanya 4,5MB
  2. Ekstrak dan Install program itu
  3. Jalankan program yang telah terinstall tersebut, tunggu sampai selesai
  4. Restart kembali komputer (proses Restart berjalan secara otomatis)
  5. Selamat Anda terbebas dari gangguan “Si Anak Emas Windows”
Matikan aplikasi lain yang masih terbuka ketika menjalankan proses tersebut di atas baik untuk XP atau pun Windows7 , sehingga nantinya tidak mengganggu proses.

Proses selanjutnya agar tanda ini tidak muncul kembali adalah dengan mematikan Update Otomatis di komputer.
Tulisan ini bukan berarti terus setuju dengan pembajakan, namun menjembatani pengguna yang sudah telanjur demen dan familier dengan Windows untuk nantinya segera beralih ke OS yang Open Source.

Selasa, 08 Maret 2011

KECOLONGAN

Kecolongan berasal dari kata colong (kata kerja bahasa Jawa) yang berarti curi, mengambil barang  yang tergeletak diam, baik disimpan atau tidak bukan miliknya tanpa sepengetahuan si pemilik.
Ditambah awalan ke dan akhiran an pada kata kerja berarti tidak sengaja.
Jadi arti keseluruhan kecolongan adalah baru merasa kehilangan setelah miliknya nyata-nyata diambil orang.
Kecolongan biasanya dilontarkan oleh orang yang yakin bahwa barang miliknya tidak mungkin akan hilang diambil orang.
Atas dasar keyakinan inilah orang merasa tidak usah merawat barang miliknya baik dengan menyingkirkan ke tempat aman maupun melindunginya dari terpaan angin, hujan, sinar matahari ataupun tangan-tangan jahil manusia ataupun hewan.
Jadi kalau kemudian ada orang yang membahas panjang lebar tentang betapa sedihnya  telah kehilangan barang yang notabene tidak dirawatnya, alangkah picik dan naifnya orang itu.
Merasa kehilangan jika memang orang benar-benar telah merawat dengan segenap jiwanya namun ternyata hilang juga.
Lha wong tidak pernah merawat dan cenderung mengabaikan lha kok merasa kehilangan setelah barang itu diambil orang lain untuk dirawatnya.
Hal ini sangat sering terjadi pada manusia atau pun hewan.
Hewan yang disia-siakan oleh pemiliknya cenderung akan lari dan mencari pemilik baru yang lebih memperhatikan hidupnya. Hewan saja begitu apatah lagi manusia yang mempunyai akal dan pikiran.
Maka renungkanlah wahai para pemimpin yang jika mempunyai bawahan janganlah engkau sia-siakan. Penuhilah kebutuhan hidupnya atau paling tidak perhatikan apa yang menjadi kebutuhan dasar dalam hidupnya.
Ingatlah akan sebuah Hadits Nabi: “Setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas apa-apa yang dipimpinnya”

Haurgeulis, pertengahan Oktober 2010